Aku masih tergolek lemas diatas ranjang.
Entah berapa almanak sudah nangkring ku pajang.
Entah berapa almanak sudah nangkring ku pajang.
Aku takut untuk bangkit dan melangkah,
karena hati dan pikiranku mulai berulah
karena hati dan pikiranku mulai berulah
Aku bimbang,
aku tak mampu ambil keputusan
aku tak mampu ambil keputusan
Membayangkan keluargaku, hatiku terluka.
Menggambarkan cita-citaku, pikiranku tersiksa.
Menggambarkan cita-citaku, pikiranku tersiksa.
Beginilah, bila hati dan pikiran berseteru,
raga mati ditengah-tengahnya
raga mati ditengah-tengahnya
Aku sadar, hanya prostitusi yang menghasilkan uang dari atas ranjang.
Di pagi hari, kulihat monyet didepan cermin begitu juga diwaktu petang.
Di pagi hari, kulihat monyet didepan cermin begitu juga diwaktu petang.
Aku tak berdaya,
aku tak mampu ambil keputusan
aku tak mampu ambil keputusan
Peta dalam pikiranku ku bentangkan.
Sketsa dalam hatiku ku sibakkan.
Sketsa dalam hatiku ku sibakkan.
Ku potong kompas dalam pikiranku. Ku tarik garis bantu dalam hatiku.
Hingga ku temukan senyum ibu bapakku bersanding dengan mulianya cita-citaku.
Aku menunggu,
segera harus ku putuskan.
segera harus ku putuskan.
Meninggalkan ini ranjang celaka
atau hati dan pikiranku yang menghabisi aku punya raga
atau hati dan pikiranku yang menghabisi aku punya raga
Sajak Dari Atas Ranjang
Reviewed by Bilik Sukma
on
Sunday, July 28, 2013
Rating:

No comments: