Catatan Tentang Kematian



Berawal dari kaki, kemudian dari sepatu ke sepatu.
Berawal dari hati, kemudian perjuangan dari ragu ke ragu.

Ini kehidupan, dimana hari depan dilalui dari misteri ke misteri. Kita tidak tahu nasib membawa kita ke arah mana. Manusia terlahir sebagai mahluk social. Individu kemudian membentuk koloni, mulai dari yang kecil –keluarga, sampai ke bangsa dan Negara. Bagaimanapun rupanya semua orang terikat bersama, terjalin oleh benang-benang tak tampak.

Salah satu benang takdir yang tidak bisa dihindari dari kehidupan adalah kematian. Apabila benang kematian telah ditarik oleh Yang Maha Kuasa. Orang-orang yang terikat dalam benang tersebut akan terpelintir dan berbalik, entah dengan kesedihan ataupun kemarahan.

Hari akan terasa sangat panjang. Awan kelam menggantung di atas atap rumah dan diatas lapangan. Hari yang menyedihkan itu rasanya telah terjerat dalam awan kelabu dan tetap tertahan disana.
Perpisahan mungkin bukan kekehendak manusia, mereka ingin selalu terikat benang-benang yang tak tampak itu bersama keluarga selama-lamanya. Melihat anggota keluarga menikah, memiliki anak, lulus perguruan tinggi, memilki cucu, pergi liburan, dan momen-momen bersama lainnya, berjalan pelan-pelan dan hati-hati, seolah-olah takut menumpahkan kebahagiaan yang meluap diharinya. Namun ada harus disadari, kesedihan atau kebahagiaan itu tidak akan berlangsung selamanya.

Kadang-kadang segenap bayang-bayang kebahagian lenyap dalam memori. Perpisahan bukanlah karena kebencian, perpisahan adalah sebuah keniscayaan, kelak seseorang akan memutus benang tersebut, meninggalkan dunia yang penuh misteri ini. 
Hati ini mungkin tak bisa diterima, diputuskan benang dan ditinggalakan bersama kesunyian dan kesengsaraan.

Kehampaan hati ini bukan karena keraguan kepada takdir, namun tidak lebih dari perasaan hati yang masih ingin bersama, rindu.
Hati gundah terbayang dan tercari akan bayangan yang terpatri didalam memori.
Meski menerima dengan tabah dan ikhlas. Didalam hati terkadang ada sebersit tedengar jeritan tak sanggup untuk kehilangan.

Seseorang dari ikatan lain akan bersimpati dan empati, berbicara tentang orang-orang yang telah mati dan pemakaman-pemakaman. Dia berbicara seolah-olah masalah tentang kematian merupakan hal yang paling membawa perbaikan dan paling bijaksana dari semua masalah didunia.

Ah dunia, dunia yang penuh misteri ini telah berubah menjadi dunia yang penuh kehidupan gelisah, gaduh dan selalu bergegas, seolah-olah ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya. Diam-diam pertanyaan terus bergaung dalam pikiran, “apakah ini akan berlangsung selamanya?”

Jika hidup ini hanyalah sendau gurau, bisakan kita siapkan diri untuk mudik kekampung akhirat dan bertemu Dia sebagai orang bebas, bersih, damai dan bahagia dalam ketenangan.
Catatan Tentang Kematian Catatan Tentang Kematian Reviewed by Irwan Sukma on Sunday, April 02, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.