Search This Blog

Powered by Blogger.

Sunday, April 02, 2017

Catatan Tentang Kematian

0 comments


Berawal dari kaki, kemudian dari sepatu ke sepatu.
Berawal dari hati, kemudian perjuangan dari ragu ke ragu.

Ini kehidupan, dimana hari depan dilalui dari misteri ke misteri. Kita tidak tahu nasib membawa kita ke arah mana. Manusia terlahir sebagai mahluk social. Individu kemudian membentuk koloni, mulai dari yang kecil –keluarga, sampai ke bangsa dan Negara. Bagaimanapun rupanya semua orang terikat bersama, terjalin oleh benang-benang tak tampak.

Salah satu benang takdir yang tidak bisa dihindari dari kehidupan adalah kematian. Apabila benang kematian telah ditarik oleh Yang Maha Kuasa. Orang-orang yang terikat dalam benang tersebut akan terpelintir dan berbalik, entah dengan kesedihan ataupun kemarahan.

Hari akan terasa sangat panjang. Awan kelam menggantung di atas atap rumah dan diatas lapangan. Hari yang menyedihkan itu rasanya telah terjerat dalam awan kelabu dan tetap tertahan disana.
Perpisahan mungkin bukan kekehendak manusia, mereka ingin selalu terikat benang-benang yang tak tampak itu bersama keluarga selama-lamanya. Melihat anggota keluarga menikah, memiliki anak, lulus perguruan tinggi, memilki cucu, pergi liburan, dan momen-momen bersama lainnya, berjalan pelan-pelan dan hati-hati, seolah-olah takut menumpahkan kebahagiaan yang meluap diharinya. Namun ada harus disadari, kesedihan atau kebahagiaan itu tidak akan berlangsung selamanya.

Kadang-kadang segenap bayang-bayang kebahagian lenyap dalam memori. Perpisahan bukanlah karena kebencian, perpisahan adalah sebuah keniscayaan, kelak seseorang akan memutus benang tersebut, meninggalkan dunia yang penuh misteri ini. 
Hati ini mungkin tak bisa diterima, diputuskan benang dan ditinggalakan bersama kesunyian dan kesengsaraan.

Kehampaan hati ini bukan karena keraguan kepada takdir, namun tidak lebih dari perasaan hati yang masih ingin bersama, rindu.
Hati gundah terbayang dan tercari akan bayangan yang terpatri didalam memori.
Meski menerima dengan tabah dan ikhlas. Didalam hati terkadang ada sebersit tedengar jeritan tak sanggup untuk kehilangan.

Seseorang dari ikatan lain akan bersimpati dan empati, berbicara tentang orang-orang yang telah mati dan pemakaman-pemakaman. Dia berbicara seolah-olah masalah tentang kematian merupakan hal yang paling membawa perbaikan dan paling bijaksana dari semua masalah didunia.

Ah dunia, dunia yang penuh misteri ini telah berubah menjadi dunia yang penuh kehidupan gelisah, gaduh dan selalu bergegas, seolah-olah ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya. Diam-diam pertanyaan terus bergaung dalam pikiran, “apakah ini akan berlangsung selamanya?”

Jika hidup ini hanyalah sendau gurau, bisakan kita siapkan diri untuk mudik kekampung akhirat dan bertemu Dia sebagai orang bebas, bersih, damai dan bahagia dalam ketenangan.
Read More..

Sunday, June 26, 2016

Senang dan Kecewa Sekaligus

7 comments
GAKKURI

“Jika keberanianmu hilang sebelum kau hancur total, kau tak akan pernah benar-benar berhasil.” – Fight Club.

Dalam Minggu ini saya merasa sudah mendapati pencapaian baik dan buruk sekaligus. Sebagi awal saya akan mulai dengan kabar baik terlebih dahulu.

Kabar baik yang saya maksud adalah saya merasa ketahanan membaca saya sudah mulai kembali. Saya sudah menyelesaikan membaca novel “Bukan Pasar Malam” karya Pramoedya Ananta Toer, buku pertama di 2016 yang khatam saya baca. Buku bagus, ringan dan penuh sentilan. Insyaallah saya akan buat reviewnya.

Buku selanjutnya saya sedang saya baca adalah “Mendayung Antara Dua Karang” sebuah memoir isi pidato Bung Hatta tahun 1948. Buku tipis namun sarat makna  mengenai tanggapan atas politik luar negeri Indonesia yaitu Politik Bebas Aktif.

Selain itu, secara bersamaan saya juga membaca novel karya Chuck Palahniuk berjudul “Fight Club”. Novel yang dirilis tahun 1996 ini sudah difilmkan dengan judul yang sama pada tahun 1999. Disutradrai oleh David Fincher—salah  satu sutradara favorite saya—dan dibintangi oleh Brad Pitt, Edward Norton serta Helena Bonham Carter.

Film yang bagus, saya beri rating 10/10. Saya penasaran film keren tersebut pasti diadaptasi dari novel yang lebih keren.  Novelnya tidak terlalu tebal, kurang dari 300 halaman. Baru sehari baca saya sudah hampir menyelesaikan setengahnya. Saya optimis besok atau lusa saya sudah selesai membacanya. Hobi saya menonton film saya hentikan sama sekali, meski saya tetap mendownload setiap minggunya, sekedar menghabiskan kuota.

Saya sangat senang akhirnya saya tahan juga membaca buku lagi, walaupun masih terbatas pada buku dan novel yang relative tipis. Bertahap saya akan membaca buku-buku referensi untuk bidang yang lebih spesifik seperti Sejarah, Agama, Politik, Pendidikan, Ekonomi dan lain sebagainya.
FIGHT CLUB
Lanjut mengenai kabar yang kurang baiknya adalah kekecewaan saya dalam hal Bahas Jepun. Sabtu kemarin (25/6) merupakan jadwal midtest bahasa Jepun terdiri dari 3 bab Kanji dasar dan 5 bab Struktur Bahasa (kosa kata, tata bahasa dan pola kalimat).
Sejak tangga 18/06 saya sudah mulai mempersiapkan diri , sampai-sampai dihari Jumat (24/06) saya ambil cuti demi bisa lancar mengerjakan mid test yang terdiri dari pecakapan, listening dan ujian tertulis. Di bagian kanji dasar saya masih bisa mengikuti, optimis hasilnya tidak mengecewakan. Namun tidak bagian stuktur bahasa dan listening, saya hampir-hampir tidak mengingat apa yang saya pelajari.

Kosa kata, tata bahasa dan pola kalimat saya mengerti maksud pertanyaan soalnya, saya mengerti maksud pertanyaannya tapi saya tidak bisa memberi jawaban dengan pasti, bagaimana partikelnya, komposisi penulisannya atau bentuk struktur kalimatnya.

Entahlah, jika otak saya dibedah pada saat midtest mungkin akan terlihat hasil belajar saya, kosa-kata sebagian, tata bahasa sebagian dan pola kalimat sisanya, tidak ada yang benar-benar  menjadi utuh.

Saya kecewa karena pada akhirnya ketidakmampuan saya menjawab dengan baik soal-soalnya yang diujikan. Dalam bahasa Jepun ada kata tiruan bunyi atau onomatopei untuk perasaan kecewa saat menerima hasil ujian atau kalah dalam pertanding olahraga yaitu Gakkuri.

Saya mungkin kalah dalam midtest, tapi  selanjutnya saya menolak menyerah untuk final test. Seperti kutipan di novel Fight Club yang baru saja saya baca, “Jika keberanianmu hilang sebelum kau hancur total, kau tak akan benar benar berhasil."

Saya  akan berusaha lebih keras lagi. Doakan saya ya…!!! Ganbatte..!!!
Read More..

Sunday, June 12, 2016

Prolog Bahasa Jepang (Lagi) : Tahap-Tahap Mempelajari Bahasa Asing

2 comments


“Tidak peduli seberapa cepat anda bejalan, yang terpenting anda tidak pernah berhenti.”

Minna san, Konnichiwa..

Bagaimana puasanya hari ini? Dihari ke 7 bulan ramadhan ini, mudah-mudahan ibadah puasa minna san masih lancar dan terkendali.

Di Minggu siang yang sangat cerah ini, saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya kursus Bahasa Jepang. Saya mulai kursus pada pertengahan Januari 2016, artinya saat ini tak terasa saya sudah 6 bulan mempelajari bahasa dari tokoh kartun Captain Tsubasa itu.

Hal yang saya ingin bagikan adalah materi pembelajaran bahasa Jepang yang saya dapatkan. Disatu sisi semoga dapat dimanfaatkan oleh minna san, disisi lain bisa sebagai pengingat kembali apa yang telah saya pelajari. Oia, dari tadi saya menyapa para pembaca semua dengan sapaan minna san. Minna san sendiri bisa diartikan saudara-saudara atau semua orang. Saat berbagi mengenai bahasa Jepang, saya akan menyapa para pembaca dengan minna san.

Bahasa Jepang bisa dibilang gampang-gampang susah. Dan harus diakui lebih banyak susahnya. Mempelajari bahasa dengan aksara yang berbeda dengan huruf latin/ alphabet merupakan kesulitan tersendiri. Kita berangkat dari orang yang sama sekali tidak tahu huruf atau buta huruf. Kesulitan yang sama juga dihadapai ketika mempelajari bahasa Korea, Cina, India, Arab, Rusi, dll.

Dalam mempelajari bahasa asing, secara umum saya mencoba merumuskan bagaimana seseorang mampu menguasai bahasa tersebut. Pertama kita harus mengenal huruf dari bahasa tersebut kalau bahasa Indonesia misalnnya saat masih di TK atau SD kita dikenalkan dengan “ABCD” atau bahasa Arab dengan “A, BA, TA, TSA”
Setelah kita mengenal hurufnya, yang kedua adalah bagaimana huruf itu dilafalkan. “ABCD” Bahasa Indonesia, berbeda dengan “ABCD” bahasa Inggris. makanya ketika sekolah dasar dulu kita dikenalkand dengan lagu-lagu alphabet. Mari kita nyanyikan bersama-sama.. A, B, C, D, E, F, F, G…..

Serak suara habis menyanyi tadi. Kita lanjutkan, langkah ketiga tantangan selepas mengenal huruf dan lafalnya adalah memperbanyak kosa kata. Lafal kosa kata terbentuk dari pelafalan huruf, ini menjadi penting, karena pelafalan kata yang salah boleh jadi mengaburkan maksud dan kesalahpahaman.

Ada ribuan, bahkan mungkin jutaan kata benda didunia ini yang memiliki nama, belum lagi akan kata sifat, kata kerja, kata kerja hari ini, lampau, dan masa depan, ditambah lagi kata tambahan diberi imbuhan, sisipan, akhiran, kata keterangan, waktu, tempat, alat, dll.

Kita tak harus menghapal semua sekaligus, tapi setahap demi setahap. Bukankah sebuah perjalanan besar dimulai dengan subuah langkah kecil. Pengalaman saya mempelajari bahasa inggris untuk teknik, hanya sekitar 1.000 kata yang dipelajari, saya bisa bahasa inggris secara pasif, membaca manual book untuk engine atau unit dan melakukan short conversation.

Jika sudah menguasai tahap ketiga, menguasai banyak kosa kata sebenarnya kita sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa asing tersebut. Orang yang menggunakan bahasa asli atau native speaker memahami maksud dari apa yang kita bicarakan. Namun adakalanya kita akan berkesempatan berbicara pada forum yang sedikit lebih resmi, menggunakan bahasa yang lugas, jelas dan terstruktur. Untuk itu kita harus mempelahjari tahap keempat yaitu struktur kalimat tata bahasa.

Mempelajari tata bahasa memang sedikit rumit, banyak pola yang perlu kita pahami, “SPOK” kalau dalam bahasa Indonesia. Belum lagi ada bahasa yang menyatakan suatu kata benda dengan gender feminim atau maskulin contoh bahasa Arab: mukminin, mukminat, muslimin dan muslimat.

Tata bahasa juga mempelajari waktu kejadian terjadi, apakah sedang belangsung, kejadian umum, lampau, masa depan dan kondisi-kondisi lainnya. Dalam bahasa Inggris, kita mengenalnya dengan tenses present, past, future dll. Pola kalimat dan tata bahasa memang membuat bahasa menjadi lebih sopan dan terstruktur.

Dalam percakapan biasa atau santai pola kalimat memang tidak terlalu penting, yang terpenting orang berani berbicara. Ada yang menarik menurut saya,  jika kita kursus bahasa Inggris yang ditekankan adalah bagaimana menguasai tata bahasa, bukan perbanyak kosa kata dan keberanian berbicara.

Tahap kedua dan ketiga menjadi penting, bagaimana kata itu terbentuk dan bagaimana bunyinya. Itulah yang mesti diperkuat. Jangan kita sibuk menghapal pola kalimat, akhirnya kita lama berfikir untuk berbicara karena takut salah struktur kalimatnya. Dengan rajinya berbicara nantinya akan kita sadari dimana letak kesalahan tata bahasanya kemudian diperbaiki.

Tahap kelima atau tahap terkahir dari mempelajari bahasa asing adalah bahasa sebagai sastra. Puisi, majas, ungkapan, dan sebagainya memang dipelajari lebih mendalam. Mahasiswa jurusan sastra yang mendalami hal tersebut. Jika tidak terlalu medesak, tak perlu kiranya kita sampai ke tahap kelima.

Ringkasan tahapannya menganal huruf--> mengenal pelafalan huruf-->kosa kata-->pola kalimat/tata bahasa-->sastra.

Sampai disini dulu tulisan saya. lagi-lagi saya gagal berbagi mengenai belajar bahas Jepang saya. tulisan selanjutnya saya janji akan membahas tentang 3 huruf Jepang yaitu Hirgana, Katakana dan Kanji.

Mempelajari bahasa asing memang sulit tapi kalau kita berjalan terus kita pasti sampai tujuan, seperti kata Confucius “Tidak peduli seberapa cepat anda bejalan, yang terpenting anda tidak pernah berhenti.”

Ganbatte Kudasai..!!!!

Read More..

Wednesday, June 08, 2016

Pengorbanan dan Permenungan

0 comments
"Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan."

Suatu kekuatan yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar pula, termasuk mengorbankan hal yang  teramat kita cintai entah itu waktu, uang, keluarga, pasangan maupun hidup yang tidak tertentu berapa lamanya berlangsung.

Berbicara mengenai kekuatan besar dan pengorbanannya, saya jadi teringat sesuatu, bukan hal penting memang tapi tetap ingin saya bagi. Saya teringat serial animasi Hunter X Hunter, dimana dalam anime tersebut terdapat karkter bernama “Kurapika” entah dia laki-laki atau perempuan saya tidak tahu pasti, saya juga tidak tertarik untuk mencari tahu lebih jauh.

Kurapika diceritakan berasal dari suku Kuruta, suku yang digenosid oleh Genei Ryodan (Genk Laba-Laba). Alasan mengapa suku tersebut dibantai habis karena suku langka tersebut jika dalam keadaan marah, bola mata mereka bisa berubah menjadi merah. Bola mata itulah yang berharga sangat mahal dan menjadi buruan para kolektor seni.

Kurapika yang diceritakan sebagai satu-satunya anggota suku Kuruta yang tersisa, terpanggil untuk mewakafkan dirinya membalaskan dendam  kesumat terhadap Genk Laba-laba.
Genk Laba-Laba

Seiring berjalannya waktu Kurapika mengikuti ujian Lisensi Hunter, suatu ujian yang diperuntukan oleh ksatria dari seluruh penjuru bumi untuk sekedar menguji kemapuan diri atau memperoleh manfaat dari lisensi tersebut.  Jika seseorang memilliki lisensi hunter, dia akan mendapatkan privilege dapat bertindak seenak perutnya tanpa ada yang melarang, termasuk lisensi untuk membunuh (hak istimewa seperti yang dimiliki James Bond).

Setelah lulus ujian hunter, Kurapika mengembara dan akhirnya bertemu seorang guru. Guru tersebut tanpa diketahui Kurapika merupakan bagian dari terkakhir dalam ujian hunter—menguasai  “Nen”. Melalui guru tersebut Kurapika mengganti media bertarungnya dari sebelumnya sepasang Pedang menjadi kumpulan Rantai. Sekujur tangan sebelah kanan diliputi rantai dengan ujung-ujung dikelima jarinnya memiliki bentuk dan fungsi masing-masing.

Ranta-rantai itulah yang diniatkan untuk menunaikan nazarnya sebagai hakim dimuka bumi atas nasib Genk Laba-Laba. Perlu diketahui Genk Laba-Laba terdiri atas 13 orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa hebat. Guna mengalahkan anggota Genk Laba-laba, Kurapika harus lebih kuat atau minimal sama kuat dengan mereka.  Untuk itu Kurapika mengambil sebuah perjanjian sebagi syarat bahwa rantai tersebut hanya boleh digunakan untuk membuhuh Genk Laba-Laba.  Rantai yang sungguh sangat kuat, karena dilapisi pengorbana nyawa  sehingga tidak akan terputus jika digunakan untuk menangkap Laba-Laba, namun jika disalahgunakan belati setiap saat akan menancap jantung Kurapika sesuai perjanjian.

Janji sudah terpatri membengu jantung, dan jiwa telah dipersembahkan diatas altar dendam berlumuran amarah. Mungkin memang begitu, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak pernah pantas untuk dimenangkan.

Pada akhirnya Kurapika mampu membunuh salah satu anggota Laba-Laba terkuat--Uvogin.


Sekian, waktu sudah malam. Besok masih harus berangkat kerja. Selamat berpuasa.
PS: awalnya saya ingin menulis tentang bahasa Jepang yang sulit sehingga membutuhkan pengorbanan dalam mempelajarinya (waktu, tenaga fikiran). Kemudian secara singkat isi diawalnya berupa  3 simbol fonetic dalam Bahasa Jepang yaitu Hiragana, Katakana dan Kanji. Namun saat saya menulis tentang awalan dengan contoh karakter Kurapika, saya merasa tulisan ini jadi terlampau panjang. Mengenai bahasa Jepang akan saya lanjutnya dikesempatan selanjutnya. :)


Read More..

Monday, June 06, 2016

Prolog Puasa dan Kursus Bahasa Jepang

0 comments


"Memang sulit dan lama, sebab menguasai bahasa asing itu selalu melibatkan dimensi waktu." 

Hari ini saya bekerja hanya setengah hari karena hari pertama ibadah Puasa, berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan perusahaan menyatakan demikian. Saya keluar kantor pukul 13.30, dan sampai dirumah bertepatan dengan azan ashar. Perjalanan pulang baru setengah jalan, hujan turun begitu derasnya, saat itu saya masih di sekitaran UKI Cawang, meski sudah pakai jas hujan, tetap saja tembus sampai ke baju dan celana, termasuk ke dalam tas yang berisi laptop. Alhamdulillah laptop sehat-sehat saja, hanya pemiliknya yang meradang.

Sebelum menulis lebih jauh, saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.  Bagi yang tidak menjalankan, hmm.. mengutip dari Joko Pinurbo, selamat menjalankan ibadah puisi.

Saat saya menulis blog ini, jarum jam menunjukan pukul 16.00. Diwaktu bagian ngabuburit yang  gerimis menyisakan genangan dan kenangan dimana-mana.
Tadinya saya ingin menonton film India, The Mountain Man, film yang berkisah tentang seorang laki-laki yang membalas dendam kepada  gunung atas kematian istrinya. Tapi saya urungkan niat itu, menonton film hanya akan membuat saya jatuh tertidur, sejak sahur saya memang memaksakan diri untuk tidak tidur.  Akhirnya saya putuskan untuk menulis blog ini, sebab dari pengalaman saya, otak saya selalu tegang selepas menulis. Jika misalnya saya selesai menulis jam 10 malam, saya baru akan benar-benar tertidur jam 1 pagi. Saat menulis ini saya tidak mengantuk, terbukti untuk diri saya sendiri.

Blog sore kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mempelajari bahasa asing yaitu  Bahasa Jepang. “ Mengapa kamu mengambil bahasa Jepang?”  Itu adalah pertanyaan yang umum ditanyakan oleh khalayak ramai.  Jawabanya sebenarnya sederhana, saya hanya ingin bisa bahasa asing diluar bahasa Inggris.
Kemudian akan timbul pertanyaan selanjutnya “Lantas mengapa Jepang?”. Ujar khalayak yang semakin haus informasi. Untuk pertanyaan kedua ini biasanya saya harus menjawab dengan lebih panjang disisipkan argument-argument yang mantap , selain itu untuk mencegah pisau-pisau analisis khalayak yang keluar saat pertanyaan ke tiga, empat dan selanjutnya.

Saya akan menjawab karena saya menyukai film-film Jepang, sejurus kemudian saya akan menyebutkan film dan anime karya sutradara Akira Kurosawa, Takashi Miike atau  Hayou Miyazaki. Seven Samurai, RAN, Throne of Blood, Yojimbo, Ikiru, Rashomon, Audition, Eureka, My Neighbor Totoro, Spirited Away, Princess Mononoke dan lain lain. Belum sempat mereka cerna informasi tentang film-film itu, biasanya saya jelaskan juga tentang music Jepang/ JRock yaitu band Larc en Ciel, padahal saya hanya tahu band Jepang yang itu saja. Selain itu saya juga menjelaskan tenang novel favorite saya “Tokyo Zodiac Murder” karya Soji Shimada, yang lagi-lagi hanya novel misteri itu yang pernah saya baca.

Kalau khalayak ramai berspekulasi mengatakan bahwa bahasa Jepang nantinya akan mampu membantu karir saya, jika benarmenurut saya itu hanya bonus. Saya sama sekali tidak mengharapkannya, meski saya bekerja diperusahaan yang 50% sahamnya adalah milik Jepang. Peluang selalu ada dan terbuka.
Jika ada yang bertanya lebih dalam lagi, saya akan menjelaskan alasan sejatinya yaitu bahasa Jepang ini nantinya akan saya ajarkan gratis ke setiap anak yang ingin mempelajari bahasa Jepang.

Cita-cita saya memang ingin membangun rumah baca/perpustakaan, selain anak-anak dapat membaca dengan gratis diperpustakaan saya juga akan mengajarkan bahasa asing diluar bahasa Inggris secara gratis, dalam hal ini bahasa Jepang.  Dengan demikian cocok sudah dengan premis awal saya yang ingin menguasai bahasa asing diluar bahasa Inggris.

Bahasa Jepang bukanlah satu-satunya pilihan, saya juga mempertimbangkan bahasa Prancis, Spanyol, Belanda, Jerman, Korea dan Mandarin. Belakangan kawan saya menyarankan, “Kamu harusnya jangan belajar Bahasa Jepang, tapi Bahasa Arab, sebab Bahasa Arab adalah Bahasa Surga.”

Pilihan akhirnya jatuh  ke bahasa Jepang yang jika saya rangkum alasannya; Bahasa apapun akan saya pelajari tidak peduli latar belakangnya, kemudian lahirnya karena factor pendukung yaitu asas kebetulan saya gemar menonton film dan  anime Jepang serta asas kemanfaatan perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Jepang.  Dengan argument tersebut akhirnya mutlak pilihan jatuh ke bahasa Jepang.

Saya sudah mulai kursus Bahasa Jepan sejak Januri 2016 di Lembaga Bahasa International UI Depok.  Kelas yang saya ambil ialah hari Sabtu dari jam 8.30 – 13.00. Saat ini saya sudah masuk ke tingkat 2, untuk sampai lulus bahasa Jepang Dasar harus ditempuh 7 tingkat dasar, dimana tiap tingkat membutuhkan waktu 3 bulan. Artinya untuk sampai lulus Bahasa Jepang Dasar dibutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun. Memang sulit dan lama sebab menurut pendapat saya keahlian berbahasa asing itu cukup sulit dimana untuk menguasainya selalu melibatkan dimensi waktu. Saya akan berusaha. Gannbatte kudasai!

Saya berencana akan rajin berbagi mengenai pelajaran apa saja yang telah saya pelajari, mulai dari tingkat 1 sampai saat ini. Semoga nantinya saya akan rajin menulis, sehingga materi yang saya bagi dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

PS: Selepas kawan saya menyarankan untuk mempelajari Bahasa Arab, saya jadi tertarik untuk kemudian ambil kursus Bahasa Arab. Bukan karena bahasa Arab bahasa Surga, tapi saya berpendapat tiap orang tua muslim menginginkan anaknya bisa membaca Al-Quran untuk nantinya bisa menjadi imam sholat atau mendoakan orangtuanya kelak. Atas dasar asas manfaat selesai  kursus bahasa Jepang akan saya agendakan mempelajari bahasa Arab.


Read More..

Thursday, June 02, 2016

Keniscayaan Suatu Perubahan

0 comments
"Tanpa pengorban dan rasa sakit, kita tidak akan menjadi apapun."


Lama sekali saya sudah tidak menulis, entah berapa purnama, saya tidak ingat persis jumlahnya. Belakangan aktifitas menulis saya yaitu di blog saya tentang film beralamat di biliksinema.blogspot.co.id namun tak berapa lama juga saya bertahan.saya tidak banyak menulis, sepertinya waktu merubah segalanya, termasuk diri saya.

Saya teringat diri saya yang dulu gemar membaca. Setiap bulan saya bisa menghabiskan  4-5 buku. Sekarang, lima lembar kalender bulanan sudah saya tanggalkan tidak satu bukupun saya selesaikan. Diawal tahun saya coba membaca novel Lolita, gagal khatam, biografi Sutan Sahrir selesai setengah, terakhir saya membaca Madilog, entah mengapa saya merasa itu buku yang sangat membosankan.
Saat menulis blog ini dipangkuan saya ada buku karya Pram, “Bukan Pasar Malam”, novel dengan 100 halaman didalamnya saya akan berjuang untuk menyelesaikannya. Nanti Insya Allah saya buatkan tulisan mengenai pendapat saya untuk buku tersebut.

Akhir-akhir ini saya banyak membuang waktu  dengan sia-sia. Menonton film salah satunya, entah mengapa saya punya ambisi untuk menonton semua list top 250 IMDB. Saya sudah menonton 227 film diantaranya atau 90% secara persentase. Terlepas dari waktu yang sia-sia yang banyaknya film yang saya lalap, saat ini (bukan bermaksud takabur) saya adalah orang yang paling berpengaruh dan berpengatahuan sekantor saya mengenai film.

Film menggeser perhatian saya terhadap buku. Saya kehilangan ketahanan saya berlama-lama didepan lembaran berisi kata dan tanda baca itu. Saya cepat bosan dan tidak ada hasrat menyelesaikan apa yang tersaji hingga kalimat penutup terakhir.  Saya memang sudah berubah.

Semua mungkin berubah seiring berjalannya waktu dan kesibukan. Jika dulu saya pernah ingin membuat novel, saya sekarang lupa sebagian besar dari inti cerita dan dialognya. Saya coba-coba ingat lagi, tapi entah kenapa  ceritanya tidak terasa menarik seperti dulu. Memang benar adanya, jika sesuatu hanya diingat didalam otak akan lupa juga nantinya, seperti halnya baja yang berkarat juga jika disimpan terlalu lama.

Saya akan berusaha menulis terus, supaya saya menyadari bahwa dunia, orang-orang disekitar dan saya sendiri berubah bersama  waktu dan zaman. Apa memang itu perubahan atau hanya sekedar siklus kehidupan. Kisah tentang perjalan dari hidup ke mati atau tentang mengisi kehidupan sembari menanti sang kematian menghampiri.

Survival of the fittest mengutip istilah Charles Darwin. Sesuatu memang dipaksa untuk berubah agar bisa beradaptasi dan bertahan hidup. Saya pun akan berubah, tapi untuk menjadi lebih baik. Saya harus memulai mempelajari keahlian baru. Berbicara mengenai keahlian, ialah berbicara mengenai tekad dan dimensi waktu.

Tekad yang dimaksud adalah seberapa besar cinta atau ambisi kita untuk menguasai sesuatu keahlian, karena hanya ada 2 cara seseorang mampu dengan cepat menguasai suatu keahlian. Dia melakukan karena cinta atau karena dia berambisi untuk meraih sesuatu.
Sedangkan dimensi waktu dibutuhkan untuk membantuk keahlian itu. Cinta atau ambisilah yang membuat kita tetap berjalan meski jalan yang kita lalui becek dan penuh onak beruri. Saya harus mengingat waktu akan mengubah segalanya, mengubah kita menjadi busuk atau justru berkembang.

Saya coba tulis keahlian yang ingin saya kuasai ialah berbahasa asing diluar bahasa inggris, matematika, menggambar, bermain musik dan berpidato. Sementara itu saja dulu. Semoga saya diberi kekuatan untuk mempelajari itu semua.

Tanpa pengorban dan rasa sakit, kita tidak akan menjadi apapun.

Read More..

Friday, October 02, 2015

Mengingat Kembali Falsafah Hidup Saya

2 comments


Berdikari adalah akronim yang dipopulerkan oleh presiden pertama Indonesia -- Soekarno yang ketika itu berpidato pada 17 agustus tahun 1965 yang berjudul: "Tahun Berdikari." Berdikari sendiri kependekan dari "Berdiri di Atas Kaki Sendiri". Soekarno merasa bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia bangkit dan menjadi mandiri. (untuk sejarah selengkapnya silahkan cari sendiri di buku sejarah, kalau dilanjutkan tulisan ini akan terlampau panjang . hihihi..)

Nah karena saya sudah berhenti "menyusu" dari penghasilan orang tua saya, maka sekarang saya harus membangun kehidupan dengan berdiri diatas kaki sendiri (cieee). Untuk itu saya membagi prinsip berdikari dalam tiga cakupan yang saling berhubungan satu sama lain.

Tiga prinsip itu adalah dewasa dalam memutuskan, bersahaja dalam keuangan dan berkepribadian dalam sikap (keren kan...! hehehe).

Dewasa dalam memutuskan artinya bahwa sekarang hampir semua apa yang saya lakukan saya putuskan sendiri kecuali yang menyangkut khalayak hidup orang banyak. Maka untuk itu saya harus tangkas dalam mengingat, lekas dalam menimbang dan cerdas dalam memutuskan. disinilah pentingnya sebuah kedewasaan dalam memutuskan. meski sulit saya harus berjuang. Semangat..!!

Selanjutnya, mengingat saya sudah bisa memperoleh keuangan dengan keringat saya yang baunya gak ketulungan, maka saya harus jeli dalam mengelola keuangan apalagi budaya konsumtif makin menggerogoti hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Bersahaja disini saya mengharuskan saya tidak pelit tapi juga tidak boros. Peran vital ditentukan oleh kebijaksanaan dalam menetapkan prioritas dan akan menjadi salah satu kunci sukses tidaknya prinsip ini.

Untuk masalah berkepribadian dalam sikap muncul dari kegelisahan saya terhadap  setan yang telah bersumpah di hadapan Tuhan akan menggoda Adam dan keturunanya hingga hari kiamat. Nah, karena iman saya masuk dalam kategori mengkhawatirkan maka  berkepribadian dalam sikap kudu bin wajib harus dimiliki (yang santun tentu saja). Menjawab tantangan setan maka dengan berpusat pada ajaran agama yang saya yakini saya coba untuk menjalankannya secara menyeluruh, meski berat dan penuh duri saya akan berusaha. (semoga setan mengamini meski saya tahu tak mungkin)

Demikian rumusan tiga prinsip berdikari, semoga bermanfaat. sebagai penutup saya sebarkan filosfi rumah makan padang yang kondang itu, "yah, kalau enak sebarkan ke semua orang, kurang enak bisikkan ke pedagang." Begitu juga saya yang menganutnya filosofi itu, nah kalau tulisan saya ini bermanfaat sebarkan ke banyak orang kalau tidak bagus kasih tahu abang.hehehe.

Sekian. Salam Berdikari.

Sabtu, 21 Mei 2011

Read More..

Copyright 2011 All Rights Reserved / Privacy Policy / Sitemap / Contact Us

Template by / Blogger Tricks / Powered by / Blogger